![]() |
| Wujudkan UMKM Hijau 2026, APMIKIMMDO Kota Tangerang dan Disindagkop UKM Perkuat Sinergi Strategis |
TANGERANG – Kolomberita.id || Menyongsong tahun 2026 sebagai era kebangkitan ekonomi lokal yang berkelanjutan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) Kota Tangerang resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disindagkop UKM) Kota Tangerang.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat pada Selasa (10/02/2026),APMIKIMMDO memaparkan visi besar mereka: membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelestarian lingkungan.
Salah satu terobosan utama yang menjadi sorotan adalah integrasi pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pengembangan bank sampah. Inisiatif ini dipandang sebagai solusi ganda untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan tersebut. Ia menekankan pentingnya adopsi praktik terbaik dari lapangan.
“Kami sangat mendukung pengolahan sampah berbasis masyarakat ini. Saya menyarankan APMIKIMMDO untuk segera melakukan studi mendalam ke lokasi sukses seperti Kampung Darling. Pelajari sistem operasionalnya agar implementasi di lapangan nanti benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Suli Rosadi saat menyambut pengurus APMIKIMMDO di ruang kerjanya.
Selain isu lingkungan, pertemuan ini menyepakati perlunya evolusi dalam pola pembinaan UMKM. Ke depan, pelatihan bagi para pelaku usaha akan diarahkan pada aspek teknis dan aplikatif yang lebih tajam.
Untuk itu, Disindagkop UKM mendorong APMIKIMMDO untuk membangun kemitraan lintas dinas dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang. Tujuannya adalah memastikan setiap anggota UMKM memiliki kompetensi kerja dan standar produksi yang mampu bersaing di pasar global.
Merespons arahan tersebut, DPC APMIKIMMDO Kota Tangerang bergerak cepat dengan menetapkan tiga langkah nyata:
1.Studi Tiru: Melakukan kunjungan lapangan ke Bank Sampah Kampung Darling untuk membedah sistem kolaborasi yang ada.
2.Blue Print Lingkungan: Menyusun proposal konsep pengolahan sampah lingkungan yang terintegrasi dengan bisnis UMKM.
3.Aksi Kolaborasi: Memulai koordinasi teknis dengan Disnaker untuk sinkronisasi jadwal pelatihan keterampilan bagi ribuan anggota binaan.
“Dukungan penuh dari Bapak Kepala Dinas adalah energi baru bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa UMKM Kota Tangerang bisa mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi pahlawan bagi lingkungan. Ini adalah awal dari ekosistem baru di Tangerang,” ungkap perwakilan pengurus DPC APMIKIMMDO Kota Tangerang dengan optimis.
Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di Kota Tangerang, menjadikan wilayah ini sebagai pionir UMKM ramah lingkungan di Indonesia pada tahun 2026.
Ari

0 Komentar