![]() |
| Air mengalir tapi keruh |
TANGERANG - Kolomberita.id || — Setelah sempat mati total sejak Rabu (8/1/2026) pagi, aliran air bersih di sejumlah wilayah Periuk dan Karawaci akhirnya malam kembali mengalir . Namun bukannya lega, warga justru mengeluh karena air yang keluar keruh, kecokelatan sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Kondisi ini terjadi pasca pengalihan pengelolaan distribusi air dari Perumdam Tirta Kerta Raharja kepada Perumda Tirta Benteng yang resmi berlaku sejak 6 Januari 2026.
“Airnya sudah keluar, tapi kotor sekali. Kalau dipakai buat mandi takut gatal, buat masak jelas tidak berani,” keluh warga di Perumnas 1 Karawaci, Kamis (8/1/2026) dini hari.
Air keruh ini diduga kuat akibat proses normalisasi jaringan pipa pasca-alih kelola, seperti pengurasan saluran, perubahan tekanan, atau endapan lumpur yang terdorong ke rumah pelanggan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola terkait kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.
Padahal, dalam pengumuman resmi sebelumnya, tercantum ratusan kode pelanggan terdampak dari berbagai zona, termasuk wilayah padat penduduk. Ironisnya, warga mengaku tidak mendapat pemberitahuan teknis terkait potensi air kotor setelah aliran kembali dinyalakan.
Masalah ini menambah daftar pertanyaan publik atas kesiapan pengalihan aset dan layanan, yang sebelumnya diserahkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Direktur Utama Perumdam TKR Sofyan Sapar dan Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi, disaksikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin berharap pengalihan aset jaringan air minum ini mampu meningkatkan kualitas operasional dan pelayanan di Zona II, yang meliputi Kecamatan Jatiuwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci, dengan penambahan 30.026 sambungan langganan baru.
Namun realita di lapangan menunjukkan, alih-alih peningkatan layanan, warga justru harus menghadapi air mati lalu air kotor, yang berpotensi membahayakan kesehatan dan menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Hingga berita ini diturunkan, Perumda Tirta Benteng belum memberikan keterangan resmi terkait standar kualitas air, langkah penanganan air keruh, maupun kompensasi bagi pelanggan terdampak. Warga mendesak agar pengelola tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga memastikan air benar-benar bersih dan aman digunakan.
Jefri


0 Komentar